"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Nathan dan Selomita bersamaan. "Untungnya cepat dibawa ke sini. Jadi tak begitu kehilangan banyak darah." "Kami boleh masuk?" tanya Nathan. Dia hampir dua jam menunggu Sisil di tangani oleh petugas medis. "Boleh, silakan masuk," jawab dokter itu sambil tersenyum lebar. Lalu dia pun beranjak pergi. Sisil dirawat di ruangan VIP. Selomita segera masuk ke dalam. Namun, saat Nathan baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan itu. Terdengar suara Sisil yang langsung mengusir nya. "Pergiiii!! Aku tak mau melihat wajah dia, Bu." "Sil, maafkan saya." Nathan menjawab sambil memangkas jarak mendekati Sisil yang masih terbaring. Tampak wajah wanita itu pucat pasi dan sorot mata sayu. Nathan tak peduli jika Sisil mengusirnya, dia bersikeras bertahan

