Bulir keringat dingin mengucur jatuh dari pelipis wanita itu. Matanya membulat sempurna saling bertatapan dengan manik mata berwarna hitam yang duduk di hadapannya. Suasana menjadi hening dan tegang. Kedua tangannya diikat dan mulutnya dibungkam dengan kain bercorak abu-abu. Begitupun lelaki berhidung mancung itu sama hal dengan Kanaya yang tak bisa berbuat apa-apa. Mau tak mau Kanaya harus patuh. Air mata Kanaya menitik deras keluar dari pelupuk matanya. Pisau berukuran kecil mengancam nyawanya, menempel di leher. Lelaki berjaket hitam gambar tengkorak memakai masker mulut tepat duduk di sampingnya. 'Harusnya ini hari pernikahanku dengan Aldo, ' batin Kanaya bergumam dalam hati. Pikirannya mengawang menggiring satu jam yang lalu. Di saat dia sedang mengobrol dengan Nathan. Tiba-tiba a

