"Lepaskan saya!" bentak Aldo menepis tangan Luna. "Masih tunggu Kanaya?" tandas Luna mencebik. "Iya." "Aldo, lebih baik kamu menikah saja dengan Luna. Jangan harapkan Kanaya lagi," jawab Siska sembari mengulas senyum getir. Memang dasarnya Aldo itu keras kepala. Dia tak mengindahkan ucapan Siska maupun Luna. Lelaki itu berjalan tegak sambil menggendong Layli menuju tempat pernikahannya. Sera dan Qila pun tak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti Siska dan Bisma dari belakang. Meskipun, tersirat jelas wajah Siska kecewa karena Kanaya. Bisma berusaha merangkul bahu Siska berusaha menghibur agar tak sedih. Luna menyunggingkan senyum simpul. Dia pun melangkah pasti mengekor di belakang Aldo. Merasa sudah menang. Ibu Aldo tercengang melihat Aldo masuk bersama Layli. "Ngapain gendong dia

