Tak Ikhlas

1204 Kata

Wanita berkebaya putih itu mengembuskan napas panjang. Jari lentiknya meremas kebaya, lalu mengangguk pelan. "Apa Kanaya? Jawab bukan anggukan," protes Aldo yang ingin jelas mendengar langsung dari mulut Kanaya. "Iya, lanjutkan," jawab Kanaya mengukir senyum tipis. Aldo pun tersenyum simpul, lalu dia pun mulai mengucapkan ijab kabul. Setiap kalimat yang dituturkan oleh Aldo, menusuk tepat relung jantung Nathan. Lelaki yang duduk memangku Layla hanya menatap nanar wanita yang dicintainya saat ini menjadi milik orang lain. Suara sah menggema seantero ruangan. Degub jantung Kanaya berontak saat penghulu mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepadanya dan Aldo. Tepuk tangan bergemuruh menyambut hangat pernikahan mereka. Nathan pun bertepuk tangan sembari tersenyum getir dan berdiri. Usa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN