Aldo membuka pintu kamar. Tampak ibu Aldo berdiri dengan tatapan sayu sambil memegangi perutnya. "Ibu, lapar sekali. Istrimu suruh buatkan bubur, yah." "Iya, Bu. Kenapa harus datang ke sini? Ibu 'kan bisa telepon saya," tandas Aldo sambil merangkul bahu wanita paruh baya yang melahirkannya. Lalu dia melirik ke arah Kanaya sekilas. "Saya antar Ibu ke kamar. Tolong buatkan Ibu bubur ayam." "Iya, Do," jawab Kanaya sembari mengembuskan napas lega. Dia lebih memilih memasak dibandingkan harus melayani Aldo di atas ranjang dengan senang hati Kanaya bergegas menuruti perintah sang suami. Dia berjalan gontai ke dapur. Betapa terkejutnya dia saat tiba di dapur, sungguh berantakan sekali. Sampah di mana-mana di lantai dapur dan cucian piring serta wajan, spatula, dan panci sudah menggunung di tem

