Serangan Cinta yang Tertunda

1300 Kata

Wanita paruh baya itu ingin mencabik punggung Kanaya. Dia sudah siap-siap akan menyerang. Saat pisau buah ingin menyentuh punggung. Ibu Aldo mengambil napas dan suasana di sana terasa mencekam bagi Kanaya. Sontak Kanaya terlonjak dengan ekspresi kaget, lekas Ibu Aldo menyembunyikan pisau di belakang punggungnya sendiri. "Ya ampun, lupa. Kayaknya tadi aku belum matiin lampu dapur!" pekik Kanaya segera berdiri, lalu dia melirik ke arah sang mertua yang sudah duduk tepat di belakangnya. "Mau apa?" tanya Kanaya datar. "Nggak apa-apa. Saya cuma mau minta minum. Ambilkan sekalian, yah," pinta wanita paruh baya tersebut. "Iya." Kanaya pun bergegas keluar dari kamar. Ibu Aldo mengembuskan napas panjang. Dia pun naik kembali ke kasur dan menaruh pisau di tempatnya. "Nggak semudah itu melukai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN