"Tenang Kanaya," tegur suara bariton itu sembari melempar senyum. Sudah tak asing lagi suara Aldo di telinga Kanaya. Tangannya langsung terulur mengapit lengan Kanaya. Sontak wanita cantik itu pun terkesiap dan memukuli lengan Aldo. "Lepaskanku," hardik Kanaya sembari matanya mendelik. Tiba-tiba Sera langsung menutup mata Kanaya dengan kain penutup mata berwarna hitam. Seketika itu juga Kanaya sudah tak bisa melihat apa-apa, sekelilingnya gelap. Dia terus berteriak sekencang-kencangnya. Namun, Aldo tak mengindahkan permintaan Kanaya dikarenakan berontak terus lantas Aldo segera membopong tubuh Kanaya. Langkahnya lebar menuju ke rumahnya. "Dooooo, jangan gila! Kamu mau ngapain?!" sentaknya dengan nada tinggi. "Sayang, tenang. Mommy tak apa-apa." Indra pendengaran Kanaya menangkap sua

