Alunan musik romantis mengalun merdu mengiringi hentakan dua pasang kaki manusia yang larut dalam permainan melodi cinta. Tangan Kanaya melingkar di leher Aldo dan tangan Aldo melingkar di pinggang Kanaya. Tubuh mereka berdua sangat dekat, sampai degub jantung Aldo seakan terdengar oleh Kanaya. Napas keduanya memburu bercampur bahagia. Iya, ini adalah hari ulang tahun Kanaya. Di mana semua orang menyaksikan cinta Aldo yang membuktikan bahwa lelaki itu benar-benar tulus ingin menikah dengan Kanaya, karena tuntutan Sera dan Qila. Akhirnya, calon pengantin itu berdansa mesra. Saling memandang, Kanaya mengukir senyum manis. Bagaimana pun juga lelaki yang ada di hadapannya saat ini adalah yang menyelamatkan si kembar sampai kembali ke pelukannya. "Kamu bahagia?" bisik Aldo. "Iya, terima ka

