"Suara tangis mereka sejak tadi nggak berhenti-berhenti!" dumel Selomita menutup dua telinga sambil memicingkan mata kepada si kembar. "Namanya juga anak kecil, Bu. Mereka masih kaget karena kita mengambilnya," jawab Nathan sembari mengusap pipi Layla dan Layli yang terus menangis. Sejurus kemudian dia pun kembali melontarkan kalimat. "Kita sudah sampai rumah, Cantik. Ayo, turun." Sementara itu Selomita langsung turun dari mobil dengan wajah datar. Dia merasa sia-sia bersikap manis kepada si kembar, sedangkan sedari tadi berusaha merayu Layla dan Layli agar diam, tetapi dua anak itu mengabaikan sikap manisnya. "Bu, bawa Layli," ucap Nathan yang turun dari mobil sambil menggendong Layla. "Biarkan supir saja yang gendong dia," jawab Selomita, lalu dia berjalan gontai. Nathan terhenyak m

