Sisil tertegun dan pisau yang ada di tangannya pun langsung jatuh ke lantai. Dia terduduk berlutut sambil menangis sedu-sedan. Nathan bergegas menolong Sisil untuk berdiri dan Selomita segera mengambil pisau yang teronggok, lekas dia sembunyikan pisau itu. Pintu pun terbuka tampak siluet tubuh lelaki dan dua perawat masuk ke ruangan Sisil. Mata Nathan berserobok dengan sepasang mata yang tak lain adalah Aldo yang hari ini bertugas periksa Sisil. "Kamu?" Nathan membelalak. Sisil pun sudah terlentang kembali di kasur, Nathan yang menenangkannya. Lalu Aldo mulai melakukan tugasnya periksa luka Sisil yang sudah membaik. "Lain kali jaga istrimu sebaik mungkin, jangan urusin wanita lain," sindir Aldo. "Kamu dokter. Baru lihat saya, kamu ada di sini," timpal Nathan. "Saya bisa ada di mana s

