Wanita itu terhenyak saat Nathan membawanya ke tempat kenangan mereka berdua---tempat favorit yang ada alunan musik serta penyanyinya. "Mau apa?" tanya Nathan mempersilakan Kanaya duduk. Dia menarik kursi. "Pak Nathan, datang ke sini ada meeting?" tanya Kanaya berpura-pura polos seraya celingak-celinguk. "Saya butuh teman ngobrol," balas Nathan memancing. Kanaya langsung berdiri. "Maaf, Pak. Saya itu tugas di kantor dan di rumah Pak Nathan. Jadi nggak harus merangkap menjadi teman ngobrol juga di sini. Saya punya kepentingan keluarga yang harus saya urus. Lagian ini sudah di luar jam kerja." Nathan sontak melirik ke arah jam branded yang melingkar di tangannya. Memang sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sedari tadi hanya berkeliling tanpa tujuan melajukan mobil, hingga tebersit di

