Disangka Cupu Ternyata Suhu

1230 Kata

Nathan pun langsung keluar dari ruangan. Dia berpapasan dengan Kanaya yang baru datang. Pandangan mereka berserobok, dengan satu kedipan mata dari Nathan. Kanaya lekas menguntit masuk ke dalam ruangan Nathan. "Jam berapa ini?" tanya Nathan tegas. "Maaf, Pak. Saya tadi ada perlu sebentar." "Kamu sudah punya anak?" Todong Nathan menatap nyalang kepada Kanaya seperti mata pisau yang tajam hendak menghunus tajam ke arah mata Kanaya. Degh! Degub jantung Kanaya berlari maraton. Ingin menghindari dari pertanyaan itu. Dia terdiam sejenak seakan mengumpulkan keberanian untuk menjawab seraya mengatur strategi untuk meloloskan kalimat apa yang harus dikatakan olehnya. Sejurus kemudian. Kanaya pun menjawab seraya tersenyum simpul, "Saya tak punya anak." "Bohong!" cetus Nathan memeluk tubuh Kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN