Pemenang Pemilik Hati

1459 Kata

Suara piring jatuh memecah keheningan di ruang makan. Ibu Aldo mendelik tajam sambil berdiri. "Makanan apa ini? Tak enak sama sekali. Ini bukan makanan level saya." Luna juga ikut berdiri. "Ayo, Bu. Aldo udah kena pelet," selanya. "Untungnya aku tak beri level mercoon," timpal Kanaya memicingkan mata. Dengan demikian, sang mertua tambah geram dan menarik tangan Luna. "Ayo, kita pergi!" "Bentar, Bu. Aku mau bicara dengan Aldo," sahut Luna melirik ke arah Aldo yang sibuk menyuapi Layli dan Layla. Kanaya berdeham sambil menyilangkan sebelah kakinya dan menatap nyalang Luna. Namun, tak diindahkan oleh si Luna ini. "Do, aku mau bicara." "Bicara saja di sini." "Aku mau empat mata." "Luna, kenapa harus empat mata? Kanaya harus tahu segalanya tentang saya." Luna menghela napas panjang.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN