Cahaya remang di ruangan tersebut menjadi saksi bisu percakapan anak dan ibu. Mereka berdua mengobrol hampir satu jam, setelah si kembar sudah tertidur pulas di dalam kamar bersama Aldo. Pasca kejadian tadi di yayasan. Aldo bermain begitu hangat dengan si kembar, hingga tertidur di kasur. Sementara itu Kanaya menyimak penuturan dari Siska yang duduk berhadapan dengannya. "Jadi ini semua karena Papi membujuk nenek lampir agar menjebakku dan Aldo datang ke gedung tua?" "Iya, Papimu menghubungi Selomita dengan cara memberikan ide seperti itu. Jadi dia sudah bekerja sama dengan polisi. Bisma juga yang menaruh pasir haram putih itu di tong sampah. Semata-mata untuk meyakinkan Selomita dan Sisil." "Terus Papi sudah tahu posisi Sisil dan Selomita?" "Jelas tahu karena dia yang memberikan lok

