Tak Mau Berpisah

1528 Kata

"Kamu pintar sekali, Kanaya!" Selomita menepuk pundak Sisil. Mereka berdua masih di dalam mobil dan melihat seraya menerbitkan senyum menyeringai kecil. Melihat Kanaya dan Aldo digiring masuk ke dalam mobil polisi. "Sempurna, Kanaya harus merasakan apa yang aku rasakan saat di penjara," urai Sisil. "Ayo, cepat kita pergi dari sini!" ajak Selomita ketakutan karena mereka tak begitu jauh di depan gedung tua. "Satu tepuk dua nyamuk terperangkap," lirih Sisil sambil menyetir mobil. Lalu dia melirik ke arah si kembar yang masih terpejam. "Mereka berdua tak apa-apa 'kan jika kita beri obat tidur terus." Selomita merasa iba karena saat sarapan Sisil membubuhi obat tersebut, hingga mereka berdua menguap dan tertidur pulas di belakang mobil. "Tak apa-apa, Bu." Lekas Sisil melaju dengan kecep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN