Menunggu di Gedung Tua

1112 Kata

Arif segera menenangkan sang istri yang seperti macan. Dia pun sudah mengusir Sisil dan Selomita keluar dari kamar. Lekas Selomita menarik tangan Sisil kembali ke dalam kamar. Mereka berdua saling bertatapan dan wanita paruh baya itu mendorong tubuh Sisil sampai jatuh ke lantai. "Ibu kira kalian ada di kamar ini! Ngapain kalian melakukan hal itu? Ini benar-benar hari sial," dumel Selomita. "Bu, tenang saja. Lagian terlalu lebay aja istri Arif." "Otakmu ditaruh di mana, Sil? Dia itu ibarat kamu mergoki Nathan dan Kanaya di tanah berdua. Pasti syok dan marah. Harusnya kamu bercermin pada diri sendiri. Jangan sakiti hati seorang istri." Entah kenapa Selomita mendadak bijaksana? Bahkan, dia juga menampar Sisil agar jangan berurusan dengan Arif lagi. Sisil tak terima. Dia langsung berdiri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN