Ghosting

1633 Kata

Di sebuah kamar yang dominan warna merah muda. Gadis pemilik bulu mata lentik itu menelungkupkan tubuhnya seraya menangis sedu-sedan. Rasa rindu dan kecewa menggelayut berat di benaknya. Bibirnya lolos mengucapkan nama yang selama ini menemani hari-harinya. "Bang Nat ... di mana? Kenapa nomornya tak aktif dan katanya mau berjanji akan datang menemuiku dan mommy," lirihnya sendu. Sesekali tangannya mengusap ingusnya yang tak dikemando pakai tisu. Di lantai berserakan tisu menjadi saksi kisah sedih gadis itu. Entah sudah berapa jam Kanaya memilih mengurung diri pasca kejadian yang membuatnya benar-benar kecewa. Pikirannya mengawang menggiring ke masa di kala dia menunggu kedatangan Nathan ke rumah. Iya, lelaki tersebut berjanji akan melamarnya. Akan tetapi, ternyata tak kunjung datang ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN