Bertemu Aldo

1030 Kata

"Apa? Jadi dia mau tinggal di sini." Kanaya tercengang usai mencerna ucapan dari ayahnya. "Iya, dia butuh teman karena sedang hamil," jelasnya. "Nggak akan aku izinkan tinggal di sini," usir Kanaya sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah pintu. Bisma memelotot. "Kanaya, sopan santunmu mana? Saya papimu." Gadis berambut panjang itu terkekeh kecil dan memalingkan wajahnya. "Apakah Anda lupa pernah mengusir kami? Demi nenek lampir ini," hardik Kanaya. Nampak wajah Selomita sayu dan sendu. Bahkan dia merebahkan kepalanya di pundak Bisma sembari menangis terisak-isak. Tangannya pun terulur memegang perut yang belum terlihat seperti orang hamil. "Ayo, kita pergi dari sini," ajak Bisma sambil menarik tangan Selomita. Mereka berdua jalan bersisian beranjak keluar dari ruangan tersebut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN