Ketahuan

1385 Kata

Jari lentik Kanaya tak henti-hentinya bermain di atas meja, mengetuk-ngetuk. Dia hanya ingin menilimisir keadaan agar tak tampak tegang. Usai mencerna ucapan Aldo yang langsung bilang suka melihat Kanaya. Apalagi kini mereka hanya ditinggal berdua. Siska sengaja memberikan kesempatan kepada Aldo untuk mengenal Kanaya. Sepuluh menit berlalu. Tak ada percakapan antara mereka berdua. Aldo menatap lekat Kanaya tanpa berpaling. Entah apa di dalam isi otak lelaki tampan itu? Merasa risih dengan tatapan penuh tanya. Kanaya mengangkat wajahnya dan memandang balik Aldo. Dia mulai menuturkan kata, "Di wajah saya ada noda? Atau ada apa?" Lelaki tersebut geleng-geleng kepala dan mengulum senyum tipis. "Kamu cantik. Tanpa noda." "Lagu lama." "Sedari tadi kamu ketuk meja itu, kamu harus tahu ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN