Will You Marry Me

1516 Kata

Bisma memukul pintu. Tak ada petugas medis yang melintas. Iya, lebih tepatnya tak ada orang yang berlalu-lalang setelah dua jam Bisma ada di sana. Tampak raut keputus asaan terpancar dari wajah lelaki paruh baya itu. Dia pun segera merogoh ponsel. Tambah geram karena tak mendapatkan sinyal. Dia membanting ponsel ke lantai sampai ponselnya itu hancur berkeping-keping. Melampiaskan kekesalannya. "Saat seperti ini nggak ada sinyal. Ponsel tak ada guna!" "Woy, siapa yang mengurung saya di sini?!" Bisma teriak sekencang-kencangnya. Dia pun memukul pintu berkali-kali mengundang bunyi berharap ada seseorang yang menolongnya. Sepuluh menit berlalu. Satu jam berlalu. Sampai lima jam berlalu. Menjelang malam. Bisma masih di ruangan itu. Sunyi dan gelap. Naasnya lampu ruangan itu pun mati.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN