Mau Pergi ke Cina

1602 Kata

"Raisa, Nathan itu adalah ayah Lala dan Lili. Mereka merindukan Nathan dan aku pun!" "Raisa!" panggil Kanaya terus mengejar Raisa hingga sampai ke lantai atas. Memang dasarnya Kanaya tak putus asa. Dia berusaha merayu Raisa agar jujur. Dia terus menguntit gadis tomboi itu di belakang hingga sampai di sebuah kamar. Wanita cantik itu bergeming dan melongo melihat kamar Raisa penuh dengan foto Nathan yang masih terpejam rapat dipajang di dinding kamar si gadis. "Dia tampan, yah. Seperti pangeran tampan yang sedang tertidur," ucap Raisa sembari duduk sila di atas kasur. Dia dengan bangganya memperlihatkan foto Nathan pada Kanaya. "Nathan, jadi pasien special itu adalah Nathan!" pekik Kanaya sumringah. Lekas dia memangkas jarak mendekati bingkai foto yang berukuran sedang dengan tatapan nan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN