Para warga langsung menyerang. Lekas wanita tomboi itu mengambil tas Kanaya dan segera menyodorkannya. "Terima kasih," ucap Kanaya. "Sama-sama." Wanita tomboi itu paling tak suka melihat pencuri. Tangannya gatal ingin meninju. Lalu dengan sigap langsung melayangkan tinju ke area muka lelaki jelek yang ada di depannya. Hanya satu tinjuan saja dia sudah puas dan menyeringai. Lalu Kanaya menarik tangan si wanita tomboi seraya berkata, "Sudah, kasihan." "Lu itu jangan kasihan sama pencuri. Dia nggak akan kapok." Kanaya tersenyum sambil manggut-manggut mencerna ucapan wanita yang berdiri di samping. Dia pun menyodorkan tangannya, mengajak berkenalan. "Namaku Kanaya." "Nama gue Raisa." "Senang sekali bisa berkenalan dengan wanita tangguh yang jagoan," ujar Kanaya. "Ah, bisa saja. Gue cu

