"Apa? Lala dan Lili hilang!" bentak Selomita kepada pembantu itu yang sedari tadi mencari si kembar hingga bulan sudah ada di atas kepala. "Maafkan, saya. Nyonya." Sisil geram menampar pembantu itu. "Tak berguna! Jaga anak saja tak becus." "Potong gajinya saja," sambung Selomita. "Pergii dari sini!" bentak Sisil. "Maafkan saya, Nyonya. Saya lalai menjaga Lala dan Lili. Namun, Sisil mengabaikan permintaan maaf wanita yang ada di depannya. Lekas dia balik badan berjalan gontai sembari mengacak-acak rambutnya sendiri. "Sial, di mana mereka?" keluh Sisil. * Keesokan harinya. Sisil dan Selomita bersiap-siap untuk mencari Layla dan Layli. Saat Selomita membuka pintu. Dia menaikkan sebelah alisnya menukik tajam saat melihat wanita berambut keriting. Di wajahnya ada tompel di bagian pip

