"Maaf, saya harus memberhentikanmu," ucap Nathan sembari menyodorkan amplop putih kepada perawat itu. "Iya, tak apa-apa, Pak." Wanita yang dikucir satu itu melempar senyum sambil menerima amplop putih berisi uang dari Nathan dengan tatapan sayu. Lelaki itu sebagai ucapan terima kasihnya karena telah mengawasi Sisil dan si kembar, makanya memberikan bonus. Sebenarnya Nathan tak mau mengusir perawat, tetapi ini demi keselamatan si perawat yang mendapat ancaman dari Sisil. Lalu wanita itu pun beranjak pergi meninggalkan rumah tersebut. Nathan punmenoleh ke arah Sisil dan Selomita yang berdiri di ambang pintu. Dua wanita itu bergandengan tangan. Selomita berusaha menenangkan Sisil agar tak berulah aneh-aneh lagi. Lelaki tersebut memang harus selalu menuruti kemauan Sisil. Kemudian Nat

