Terbongkarnya Rahasia Sisil

1059 Kata

"Layliiii," pekik Kanaya langsung menoleh ke arah mobil Aldo. "Ya Tuhan," ucap Aldo yang baru menyadari. Bergegas dia menekan tombol agar pintu dibuka. Kanaya berlari ke arah mobil dan langsung masuk ke dalam mobil. "Ndaaa, dali mana?" "Sayang, maafkan Bunda," ucap Kanaya sambil memeluk Layli. Dia pun menghela napas lega. Setidaknya saat ini Layli tak apa-apa. Nyaris saja Layli terlupakan. "Maafkanlah ... saya," ucap Aldo sambil masuk ke dalam mobil. "Tak apa-apa. Layli baik-baik saja," balas Kanaya tersenyum lebar. "Bagaimana ini? Apakah kamu akan biarkan Layla bersama Nathan?" "Iya, itu pilihan Layla, mungkin dia lagi pengen dekat dengan Nathan," jawab Kanaya. Aldo pun menyetir mobil dengan kecepatan sedang. Sesekali dia menoleh ke belakang. Tampak tatapan mata Kanaya koson

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN