"Kamu mau lihat aku mati?!" "Silakan," jawab Nathan datar. Plaakk! Selomita datang langsung menampar pipi Sisil sembari memelotot. Dia tak suka melihat anaknya berpikir pendek, dengan sigap mengambil botol obat itu. "Kamu itu bodooh ... mau mati begitu saja!" bentaknya. "Ibu, Nathan tak mau memaafkanku." Sisil terduduk lemas. "Bu, tolong nasehatin Sisil. Jangan suka mempermainkan perasaan orang. Saya tulus ingin berubah, tetapi dia ternyata hanya pura-pura saja menjadi orang yang menderita," kilah Nathan tegas dan lugas. Lantas dia pun bergegas berbalik badan dan meninggalkan Sisil yang masih duduk menangis. Selomita pun membantu Sisil untuk berdiri. "Bunuh diri tak bisa menyelesaikan masalah. Kenapa kamu harus seperti ini?" tegurnya. Sisil terdiam membisu. Dia seperti sudah tak me

