"Bawa dia pergi!!" Arif menoleh ke arah sumber suara yang tak lain adalah Nathan. Sisil masih meronta-ronta tak mau pergi, usai dia menjambak rambut karyawan Nathan. "Tan, istrimu sarapan apa tadi?" tanya Arif. "Beling kali," jawab Nathan datar. Tanpa ekspresi apapun dengan berat hati dia kembali ke lobby untuk mengusir Sisil dikarenakan mendapatkan informasi tentang Sisil yang mengamuk bersikap liar. "Beb ... aku tak mau pergi dari sini sebelum kamu mau maafkanku." "Sil, jika sikapmu seperti ini dan buat saya marah. Maka perceraian kita akan dipercepat," balas Nathan memangkas jarak mendekati Sisil. Dia pun melirik ke arah Arif bola matanya bergulir seakan memberikan kode kepada sang sahabat. Arif pun paham, lekas dia berlari kecil mengambil mobilnya. Di saat Nathan dan Sisil masih

