Hemera terdiam tidak dapat berbicara setelah, mendengarkan penjelasan dari Sam yang masih sibuk dengan minuman alkohonya dan cemilannya di subuh hari yang masih cukup gelap. Pikirannya melayang memikirkan perkataan tersebut, mereka merayakan kematian dari seseorang dengan begitu bersenang - senang membuatnya takut. Dirinya belum melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana negeri ini berjalan, namun setelah beberapa kali mendengar kalimat - kalimat tersebut ini jelas membuat dirinya ketakutan. Merekalah yang lebih tahu segalanya mengenai bagaimana berjalannya negeri ini dibandingkan dirinya sendiri. “Jadi, kau ingin aku mencari informasi mengenai Yang Mulia Raja bukan ?” Hemera menganggukan kepala tepat. “Dan seorang gadis manusia yang terlahir dan kini berada di dalam kastil. S

