Ini adalah kali pertama bagi Hemera dapat menikmati perjalanannya hang sebenarnya dirinya sedang mempeetaruhkan nyawanya. Tapi, ia tidak dapat menahan kebahahian dan senyuman kesenangan miliknya menikmati roti panas di kedua tangannya. Roti itu benar - benar melunturkan segala pikiran negatif miliknya di suasana subuh hari ini, merasakan bagaimana empuk dan lembutnya tekstur roti itu. Membuatnya merasa tak cukup hanya dengan memakan satu buah saja jadi, dirinya bergerak mendekat pada Sam lalu langsung memasukan sebelah tangan miliknya kedalam kantungan roti yang masih berisikina beberapa buah di dalamnya. Rasa panas mengenai tangan mungilnya yang dingin, sangat pas untuk menghangatkan dirinya sekarang. “Kau menyukainya bukan ?” Hemera menggangukan kepala menjawab terlalu sibuk untu

