Hemera berjalan keluar dari ruangan sesuai dengan perintah kedua pria tersebut padanya, meninggalkan Amorist dan Crius yang masih berada dalam situasi bersitenggang satu sama lain.
Saat dirinya telah melewati pintu besar itu Hemera memang menemukan imp yang telah menunggunya di depan pintu, persis seperti yang di katakan oleh Crius padanya.
Makhluk tersebut hanya menatapnya sebentar dalam diam membuatnya tidak dapat membuka suara pula dengan kecanggungan mereka sebelum, imp di depannya berbalik berjalan lebih dahulu di ikuti olehnya.
Ini pertama kalinya Hemera dapat melihat sisi kastil bagian dalam dengan bebas seperti ini meskipun ia tahu bahwa ini bukanlah keseleruhannya namun, setidaknya dirinya sudah melihat sisinya sedikit.
Lagipula lorong yang di jalaninya ini terlehita lebih hidup dengan beberapa hiasan di sekitarnya entah vas bunga ataupun karpet yang menunjukan bahwa ia memang berada di tempat lorong - lorong utama. Tidak seperti lorong sebelumnya Doly membawanya, lorong sepi bahkan tanpa karpet sebagai alasnya membuatnya menyimpulkan bahwa lorong tempatnya keluar adalah tempat bagian kastil.
Saat dirinya terus berjalan sembari mengamati isi kastil tersebut Hemera tidak dapat melepaskan matanya saat dirinya mendapati sebuah lukisan yang terpajang, spontan saja hal itu membuatnya berhenti. Membiarkan imp di depannya terus berjalan.
Manik biru miliknya menangkap sebuah lukisan seorang pria yang duduk di atas kursi besar berbalut emas layaknya seorang Raja yang memimpin dengan penuh wibawa.
Melihat bahwa pria yang berada di lukisan tersebut tak lain adalah Amorist hal itu sontak membuatnya melebarkan matanya.
Dirinya belum begitu tahu identitas dari Amorist tapi, sekrang dirinya cukup tahu jika pria bermanik merah tersebut bukanlah sembarang orang di kastil ini.