24~perempuan di Lorong

218 Kata
Hemera terus memperhatikan lukisan di dinding tersebut tanpa berkedip sedikitpun. Membiarkan manik birunya menelusuri lukisan wajah yang berhasil tergambarkan dengan begitu baik sesuai dengan aslinya. Memperlihatkan struktur wajah tampan dengan garis rahang yang membingkainga sempurna. Mulai terhanyut akan pikirannya sendiri membuat imp yang bertugas mengantarnya kembali ke kamar telah berjalan cukup jauh meninggalkan dirinya di belakang. Tidak menyadari bahwa gadis manusia tersebut tidak lagi mengikuti langkah kaki kecilnya. “Apa yang kau tatap sampai kau terlihat begitu terpesona ?” Hingga sebuah suara yang terdengar halus dan begitu gemulai menyeruak masuk kedalam indera pendengarannya. Hemera yang mendengar sebuah suara dari sebelah kirinya tidak bisa menahan diri untuk tidak terkejut dan spontan saja langsung berbalik menatap di mana arah suara itu datang. Terlihat seorang perempuan yang berdiri cukup jauh darinya tengah memperhatinnya pula dengan kedua tangan yang saling bersedekap di depan tubuhnya. Melihat dari jarak yang cukup jauh tersebut tidak cukup mampu membuat Hemera untuk tidak terpukau dengan perempuan yang begitu cantik dan indah di depannya. Tanpa sadar berhasil mengambil seluruh fokus gadis manusia ke-101 itu yang terus saja melihatnya mulai berjalan mendekat. Membiarkan gemah sepatu tinggi di tengah lorong berbunyi di tengah keheningan kastil yang menyelimuti. Ketukan sepatu itu tidak hanya menyampaikan betapa memukaunya dirinya dengan aura yang menggoda namun, bagaimana dirinya mampu menguasai lawan dengan percaya diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN