25~Percakapan Kecil

223 Kata
Hemera tidak bisa melepaskan tatapannya menjauh dari sosok wanita yang telah berdiri di sampingnya, menatap lurus pada lukisan di dinding yang juga tadi menarik minatnya. Melihat dalam jarak yang lebih dekat membuatnya hampir tidak dapat menutup kekaguman dari keterpukauan yang di dapati olehnya. Melihat bagaimana wajah putih mungil dengan struktur wajah yang begitu memesona di lapisi akan kulit yang begitu putih bersih dan terlihat sangat lembut. Dirinya bahkan tidak sadar saat wanita cantik dengan bulu mata lentik panjang miliknya tengah meliriknya yang masih saja terus menatap dengan begitu terang - terangan ke arahnya. Hemera yakin jika wanita tersbeut adalah wanita tercantik yang di lihat olehnya dan mustahil terlahir dengan kecantikan yang begitu sempurna. Keberuntungan besar di butuhkan. “Kau satu - satunya manusia disini bukan ?” Hingga suara gemulai itu kembali keluar dari sang pemilik yang telah membalikan tubuhnya sepenuhnya ke arah gadis manusia yang sedikit terkejut karena, manik mata kuning itu tengah menatapnya. “Y-ya kurasa begitu.” Jawab Hemera gugup. Entah karena kecantikan dari wanita di depannya yang begitu memukau atau karena aura yang mengelilingi wanita cantik itu. Hemera ingin tahu mengenai identitas wanita tersebut sayangnya dirinya cukup terganggu dengan bagaimana mata dengan netra kuning menatap dirinya. Membuatnya hanya dapat melirik dengan hati - hati. “Melihatmu begini kau tidak terlihat begitu istemewa seperti katanya. Tidaka da yang berbeda.”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN