26~Pertikaian kecil

217 Kata
Saat pintu telah kembali di tutup selepas perginya Hemera sesuai dengan perintah Amorist dan Crius maka, tidak ada lagi alasan bagi kedua pria tersebut untuk tetap bungkam agar tidak ada yang mendengar apa yang akan mereka perdebatkan. “Apa kau sadar dengan apa yang barusan kau lakukan Crius ?” Amorist terlebih dahulu membuka suara di antara mereka berdua, menanyakan kelakuan tidak sopan adiknya itu. “Kau tahu bahwa gadis manusia itu bukan sekedar manusia biasa. Dia adalah tumbal terakhir yang kau butuhkan.” Jawab Crius tidak kalah dingin mengabaikan ucapan dari Amorist yang kini menyipitkan matanya, tidak menyukai dengan bagaimana dirinya mengabaikan ucapan pria tersebut. “Kau tahu bagaimana dengan klan lain jika, mengetahui bagaimana tindakanmu selama ini yang memperlakukan gadis ke seratus satu itu secara berbeda. Ini tidak ak—“ Sambung Crius lagi terus mengutarakan pemikirannya dan mengabaikan bagaimana raut wajah dari kakaknya yang semakin berkerut tidak suka di setiap kata yang keluar baginya. BRUKKk.. Melihat bagaimana Crius terus saja berbicara dan berhasil memancing emosi dari Amorist, tidak segan - segan membuatnya untuk tidak mencekik leher adiknya sebelum, mendorongnya kebelakang tembok dengan keras. “Kuperingatkan. Jika kau terus berbicara untuk mempertanyakan tindakanku, ini tidak akan berakhir baik untukmu Crius.” Peringat Amorist murka menatap manik hitam di depannya melalui manik merah miliknya yang membara.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN