8~Teman Baru

531 Kata
Hemera tidak bisa berhenti menatap imp yang berada di samping tubuhnya dan masih memegang sebelah tangannya itu. Kartakan yang hampir menangkapnya langsung saja pergi setelah tidak mendapatkan apapun di samping lorong gelap, melihat hal tersebut makhluk kecil yang berada di bawahahnya barulah akan melepaskan tangan Hemera. Sebelum dengan kuat Hemera menahan tangan imp yang berada di tangannya agar tidak lepas, imp tersebut terlihat kaget dengan tingkahnya tapi ini juga harus di lakukan olehnya. Dirinya membutuhkan jawaban. “Siapa kau ? Kenapa kau membawaku sampai kesini ?” Desaknya bertanya membuat makhluk tersebut menarik tangannya dengan lincah. Benar saja tangan itu berhasil lepas menunjukan bahwa imp itu memang memiliki kekuatan dengan sihir di dalam tubuh kurus mereka. Hemera melangkah maju mendekat pada imp di depannya agar makhluk tersebut terdesak dan akan menjawabnya, sayangnya sang imp hanya menghindar dengan terus mundur hingga gerekannya ingin melarikan diri yang terbaca di mata gadis manusia tersebut membuatnya harus kembali berhenti saat mendengar ancaman yang di keluarkan oleh Hemera. “Jika kau pergi aku akan menemui kartakan disini dan membuat keributan bahwa ada makhluk yang melepaskanku.” Sebenarnya dirinya tidak tahu apa itu akan benar - benar berhasil namun, setelah memikirkan bahwa makhluk di depannya menariknya bersembunyi agar tidak tertangkap oleh kartakan membuatnya tahu jika ia di loloskan dari kamarnya itu murni dengan diam - diam dan tak boleh tertangkap oleh yang lain. Makhluk yang di ancam olehnya sendiri itu kini hanya menatapnya dengan bolah mata besarnya dengan tidak mengerti. “Aku melihat makhluk sepertimu yang bekerja sebagai pelayan disini tapi, mereka tidak memiliki sayap, tanduk, dan ekor sepertimu. Jadi kau akan mudah tertangkap.” Lanjutnya lagi meneruskan ancamannya. Ada keheningan untuk sementara di antara mereka seolah - olah Hemera memberikan waktu pada makhluk tersebut berpikir dan begitupula dengan dirinya yang kembali berpikir sendiri apakah makhluk itu sebenarnya mengerti dengan apa yang di katakan olehnya. Karena ini pertama kalinya ia berkomunikasi pada makhluk tersebut di luar makhluk yang terlihat jauh lebih normal baginya. Jadi, karena memikirkan hal tersebut membuatnya menatap pada sang imp yang masih saja terus terdiam. “Kau mengerti apa yang kukatakan ?” Masih hening tidak ada jawaban yang di berikan makhluk tersebut padanya membuatnya menghela nafas pada akhirnya, berarti ia hanya mengoceh panjang lebar pada imp di depannya itu. Ia tidak akan mendapatkan jawaban apapun. Dilirknya kembali kesamping lorong gelap yang tidak memunculkan pintu yang entah terdapat apa di balik pintu tersebut. Firasatnya mengatakan bahwa ia harus kembali lagi besok malam untuk melihat apa di balik pintu itu, imp di depannya tidak mungkin menariknya keluar tanpa sengaja membawanya. Untuk sekarang ia harus mencari tahu kembali semuanya sendiri, setidaknya dirinya sudah sejauh ini. “Padahal aku membutuhkan teman untuk membantuku.” Gumamnya kecil tanpa sadar membuat manik mata di depannya kembali menatapnya dengan membesar dan bersinar, ada cahaya harapan di dalamnya. “Teman ?” Suara yang terdengar bertanya itu berhasil menarik perhatian Hemera dengan kaget kembali pada sang imp di bawahnya yang tengah menatap dirinya dengan polos. “Kau mengerti apa yang aku katakan ?.” “Aku bisa menjadi teman untukmu. Kita dapat berteman. Teman saling membantu. Aku akan membantumu.” Ucapnya dengan bersemangat membuatnya terdengar lucu karena suaranya yang sedikit cempreng.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN