Sesaat setelah menganggukan kepalanya Hemera speerti benar telah terkena mantera yang di lakukan oleh Amorist di depannya. Terlihat bagaimana tanda - tanda alain yang dj tunjukan oleh tubuhnya yang lemah.
Atau karena telah selesai dengan berbagai kegiatan yang mengambil energinya cukup banyak membuat gadis tersebut merasakan kantuk yang melandanya secara tiba - tiba.
Rasa kantuk itu tidak ada entah bagaimana hal tersebut datang secara tiba - tiba menghantamnya di tengah posisinya yang masih berada pada kendali bawah tatapan intimidasi pria berambut hitam depannya.
Amorist tahu gadis di depannya begitu lemah akan sihirnya namun, dirinya tidak tahu jika sihir yang di keluarkannya setelah berhasil menggoda Hemera untuk sepakat pada keadaannya itu bekerja cepat sesaat setelah di setujui.
Padahal ia hanya meniup pelan hawa kantuk pada gadis manusia pemilik jantung ke 101 itu, hingga cahaya kehidupan yang dapat di lihatnya pada mata biru yang masih terus menatap tepat manik merah miliknya mulai memunculkan kelelahan.
Untuk pertama kalinya selama ia hidup dirinya menggunakan sihir untuk para manusia. Tanpa sihirnya saja mereka sudah begitu lemah terlebih jika Amorist menggunakan sihir miliknya kekuatan supernatural miliknya maka, hal ini membuktikan bahwa manusia memang tidak akan pernah dapat bersaing dengannya.
“Aku ingin mengajakmu berjalan - jalan. Tapi sepertinya, kau ingin mengakhiri pagi ini dengan cepat.”