Bastian hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sikap Wulan yang masih biasa saja. Melihat hal itu, kemarahan mulai kembali merajai Bastian. Sudah terhitung tiga minggu Bastian tidak menegur Wulan sama sekali. Baik di apartemen maupun di kantor. Melihat Bastian yang nampaknya sengaja mengacuhkannya, Wulan pun kebingungan. 'Ada apa dengan dirinya? Bisa habis aku kalau tidak bisa mendapat uang Bastian kali ini. Waktu sudah semakin sempit pula,' batin Wulan tak tahu harus bagaimana mencari jalan keluar dari masalahnya. Sikap Bastian kian hari kian dingin pada Wulan. Apartemen seakan berubah menjadi pegunungan Alpen dalam hitungan beberapa hari saja. Bagaimana tidak, Bastian tidak mengeluarkan sepatah kata pun pada Wulan. Bahkan beberapa kali Wulan mencoba untuk membuka pembicaraan d

