Wulan masih terisak sepeninggal Bastian tadi. Kalimat-kalimat yang dituduhkan Bastian sangat menyakiti hatinya, namun Wulan tidak dapat menyalahkan siapa pun karena hal ini terjadi murni atas kecerobohannya. Wulan menutup wajahnya dengan kedua tangan, ia menangis tersedu-sedu. Namun, tangisannya berhenti saat ia menyadari ada seseorang yang menepuk pundaknya dengan lembut. Dia adalah Tio. “Hei, ada apa?” tanya Tio lembut. Tio memang orang yang paling perhatian di antara member Triggerd yang lain. Ia tidak pernah sungkan menghibur orang atau sekedar menjadi tempat cerita orang lain. “Tidak apa-apa, Tio. Aku hanya sedang merutuki kecerobohanku saja. Aku benar-benar tidak sengaja melakukan itu,” jawab Wulan sambil melemparkan senyum getirnya pada Tio. Tio menepuk pundak Wulan sekali

