Hujan

1270 Kata

  Wulan masih duduk termenung di halte bus. Sejak tadi sudah banyak bus yang datang dan pergi namun Wulan belum juga ingin meninggalkan halte itu. Hari ini sangat melelahkan bagi Wulan, tidak cukup dengan sakit di kakinya ia masih harus mendengar amukan Bastian yang sampai saat ini masih membekas di hatinya. Tak lama Wulan menyadari rintikkan air perlahan berjatuhan. Ia menengadahkan kepalanya menatap langit yang sejak tadi mendung dan saat ini telah meneteskan airnya.   “Sepertinya alam sangat memahami perasaanku saat ini,” ujar Wulan lirih sambil menghampiri tetesan air tersebut dan menadahkan tangannya untuk merasakan dingin dari air tersebut. Wulan memejamkan matanya sambil tangannya masih merasakan tetesan demi tetesan air yang turun kian deras. Beberapa kali Wulan menghela napa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN