Wulan termenung menatap Bastian. ‘Apa yang orang ini pikirkan?’ Kalimat itu ia ulang-ulang di kepalanya. “Untuk apa kau memintaku tinggal di apartemenmu?” tanya Wulan bingung. Bastian menghampiri Wulan dengan langkah perlahan. “Aku hanya ingin memudahkan pekerjaan kita saja. Kaupikir akan mudah mengatur semua pakaian dan penampilanku? Kau harus bekerja 24 jam, tidak akan mudah bekerja denganku!” ujar Bastian menakuti Wulan. Sebenarnya bukan itu alasannya untuk meminta Wulan tinggal di apartemennya. Ia hanya tidak percaya dengan Wulan setelah apa yang dilakukan Wulan padanya beberapa waktu lalu. “Aku tidak masalah jika harus bolak-balik untuk urusan pekerjaan. Asalkan aku tidak perlu tinggal di sini,” ujar Wulan memberi penawaran pada Bastian. Namun, sepertinya usahanya kali i

