Mata pemuda yang bernama Gavin itu sedikit mendelik, lantas giginya menggigit bibir menahan nyeri yang tersebar di sekujur tubuh. "Sudah kuduga, semua ini ulahmu." Kirania menatap lelaki yang sejak tadi mengoceh itu dengan tajam. Mata gadis berambut hitam panjang yang saat itu diikat tak sedetik pun beralih darinya. Pria itu tertawa renyah, tetapi jika didengar lama-lama akan terasa menyeramkan. Kedua matanya mendelik, langkahnya terseret menuju mereka berdua. Dia seperti psikopat ulung. CLANG! Bunyi pedang Kirania yang beradu dengan pedang pria itu. Entah sejak kapan tangan pria itu sudah membawa pedang, padahal satu detik sebelumnya dia tangannya tidak ada. Pria itu benar-benar menyeramkan. Dia bahkan bisa mengambil pedang yang jaraknya sekitar enam meter darinya hanya dalam satu ked

