Perang pecah. Semua makhluk dari berbagai klan saling menyakiti musuh masing-masing. Perang yang harus mereka cegah saat ini sedang berada di depan mata Byakko sendiri. Pemuda itu melihat darah yang bercecer di mana-mana itu dengan sedikit bergidik. "Kau tidak bisa menyembuhkan Athela dengan tangan kirimu?" Gavin, pemuda yang baru saja dia temui itu tiba-tiba memecah lamunannya. Nadanya cemas, begitupun dengan wajahnya. Dia berkali-kali menengok Athela dengan wajah takut kehilangan. Bunyi pedang beradu, suara orang-orang berteriak dengan mempertahankan tubuh. Gedebug beberapa orang tumbang. Suaranya keras sekali menghantam tanah. Mereka menggertakkan gigi satu sama lain. Inikah neraka yang harus dia hentikan? Tangan Byakko bergegas diletakkan di badan Athela yang terkena luka tusukan.

