Mata Athela terbelalak sempurna, tak berbeda jauh dengan Kirania. Jika saja gadis berambut pirang itu lebih cepat mengoleskan tanah ke tubuhnya, mungkin mereka bisa selamat dari kawanan monster besar ini. Wajah mereka gelisah, tampak dari Athela yang cemas. Sorot matanya panik bukan kepalang, Kirania segera menghunuskan pedangnya, memosisikan kaki-kaki jenjang miliknya melakukan kuda-kuda, napasnya berderu dengan sangat hebat. Salah satu dari rusa itu mengayunkan taduk besar miiknya hingga mengenai batang Pohon Ek setinggi empat meter. Terdengar bunyi krek keras, suara itu menggema sampai di carawala. Membelah heningnya hutan. Tenang. Konsentrasi. Tenang. Konsentrasi. Athela menghela napas pelan, merasakan sekujur tubuhnya sedikit terasa ringan. Begitu pula dengan Kirania, gadis itu su

