Sekadar Teman

2104 Kata

Malam kembali datang. Matahari sudah selayaknya pergi dari singgasananya dan digantikan temaramnya rembulan malam. Bulan Purnama telah datang. Sebentar lagi kejadian itu akan dimulai. Perang besar yang bisa mengacaukan keseimbangan dua dunia yang berhubungan akan tiba tak lama lagi. Byakko menatap hamparan hutan yang berada di depannya, terlihat oleh mata karena bantuan dari rembulan malam yang memancarkan cahaya remang-remang. Beberapa jam lalu saat matahari masih kukuh berada di atas kepalanya, Raphael berpisah dengan mereka berempat. Dia berkata ada sesuatu yang harus dia selesaikan selama beberapa pekan ke depan, dan itu artinya dia akan sendiri menghadapi betapa mengerikannya tragedi itu. Tragedi semua bangsa akan mati karena sia-sia. Memperjuangkan segala hak dan saling berebut s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN