Marcela turun dari mobil dengan tergesa. Dia membawa kedua anaknya buru-buru masuk, dan menyuruh mereka mandi lalu istirahat. Adrian mengikuti mereka masuk ke dalam rumah. "Hm, Adrian... Kayaknya kamu langsung pulang saja ya, aku capek mau istirahat." Adrian menghentikan langkahnya. Marcela sudah memegang handle pintu, hendak menutupnya. Tapi Adrian berusaha menahan, hingga pintu terbuka kembali. "Cela. Aku minta maaf." Kata Adrian dengan pelan, lalu mengambil tangan Marcela dari handle pintu, dan digenggamnya. "Kamu minta maaf buat apa? memang kamu salah apa?" Tanya Marcela sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Adrian. "Aku bisa jelaskan soal Olivia." "Sudahlah, yan. Nggak usah dijelasin apa-apa. Olivia adalah wanita pilihan mama kamu, jadi sudah pasti mama kamu tidak akan sala

