Ini Bukan Mimpi

1449 Kata

Aku menatap layar laptop yang masih menyala di depanku. Lembaran naskah digital terbuka, tetapi tidak ada satu kata pun yang bertambah sejak lima belas menit yang lalu. Tanganku sudah siap mengetik, tetapi otakku terasa kosong. Aku menghela napas panjang. Sudah tiga hari aku mencoba menyusun plot baru untuk novelku, tetapi hasilnya nihil. Semua ide yang kutulis terasa membosankan, klise, atau terlalu dipaksakan. Ditambah lagi, aku harus menghadapi ujian semester yang terus membayangi, membuat kepalaku semakin penuh. Dan satu hal lagi—Ningning masih belum menghubungiku. Aku mencoba mengiriminya pesan kemarin, tetapi tidak ada balasan. Biasanya, meskipun dia sibuk, setidaknya dia akan membalas dengan satu atau dua kata. Tapi sekarang? Benar-benar tidak ada kabar. Aku menyandarkan kepala

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN