Sakti dan Mahen membalas senyum hangat Mama Agnes dengan mencium tangan dan kedua pipinya. “Gimana hari pertama sekolah?” tanya Agnes. “Baik, Ma,” jawab sakti dan Mahen hampir bersamaan. “Udah dapet penggantinya Lintang, belom?” goda Agnes. “Ih, Mama apaan, sih?” sahut Sakti. “Lintang mah, gak tergantikan oleh siapa pun. Kumahak atuh si Mamah,” sambung Mahen menirukan logat Sunda Mama Agnes. Agnes terkekeh mendengarnya. “Jangan diomongin, anak orang kasiyan dia entar kedutan terus,” omel sakti. “Emang Lintang kenapa?” tanya Mahen menatap sakti. “Sakit, dia opnam,” jawab Sakti sedih. “Ya udah sono telepon, gih biar cepet pulang,” sahut Mahen. “Lintang belum keluar, sak?” tanya Mama Agnes yang tahu kondisi kesehatan Lintang beberapa hari yang lalu saat tidak sengaja melihat sakti

