Calon Pacar

1238 Kata

Wajah Lintang tampak cemberut, dihadapannya ada monitor mini berukuran 8 inchi menampakkan wajah Sakti yang terkekeh melihat wajah kesal sahabatnya. “Lin, sorry ...,” kata Sakti menautkan kedua telapak tangannya ke depan d**a. Andai posisi mereka saat ini berdekatan, Sakti pasti sudah memeluk Lintang dengan erat. Namun, mereka berada di dua kota yang berbeda. Keberadaan benda ajaib bernama ponsel atau gawai inilah yang menyatukan keduanya. Benda ajaib itu pula yang sanggup meleburkan rindunya, walaupun hanya bisa memandang dari jauh. Namun, bagi Sakti sementara itu sudah lebih dari cukup karena keadaan yang memaksa demikian. “Lin, tatap aku!” titah Sakti lembut. Lintang masih dengan mode cemberut menatap Sakti, menuruti permintaan sahabatnya itu. Beberapa menit yang lalu Sakti ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN