“Abimanyu, kan itu tadi?” tanya Erik. Setelah mobilnya melaju meninggalkan sekolah Lintang. “Iya,” jawab Lintang singkat. “Kalian bertengkar?” tanya Erik menginterogasi Lintang. “Maksud kamu?” Lintang menatap Erik jengkel. “Menurut yang aku dengar dari Sakti. Kalian pacaran,” kata Erik. “Ooh, itu iya. Dulu,” jawab Lintang enggan. “Kalo dulu, berarti sekarang enggak, dong?” sahut Erik. Lintang hanya mengedikkan bahu malas menanggapi pertanyaan Erik, sebab hatinya juga sedang tidak baik-baik saja. “Elo mau bawa gue kemana lagi hari, ini?” tanya Lintang kembali menatap jalananyang berbeda. “Udah, ikut aja!” kata Erik. Lintang menyandarkan punggungnya ke sandaran jok mobil Erik. Membiarkan Erik membawanya kemana pun yang ia mau. “Rik, bukannya ini jalan menuju rumah lama Sakti,” kat

