“Kok senyum-senyum sendiri, sih?” tanya seseorang di monitor gawai Lintang. Tampak wajah tampan Sakti menatap rindu kepada Lintang. Pulang sekolah, ia segera melakukan panggilan video kepada Sakti. “Gak pa-pa. Seneng aja bisa liat elo,” sahut Lintang. “Ciyeee,” kata Sakti. “Tapi, kok elo kurusan, ya?” ucap Lintang serius menatap selidik kepada Sakti. “Gue baek-baek saja di sini,” jawab Sakti meyakinkan Lintang. “Liintaaang!” seru seseorang di belakang Sakti. “Tanteee,” balas Lintang dengan semringah dan melambai. “Mulai, deh,” ucap Sakti menatap iri dua wanita yang saling menyapa tersebut. “Nih!” Sakti menyerahkan gawainya pada Agnes. Agnes menerimanya dengan senang hati, sedetik kemudian ia sudah berbincang ria dengan Agnes. Mengghibah banyak hal. “Terusin saja ngobrolnya. Ak

