Sakti mendapati gerombolan yang kemarin berdiri dan dan tertawa di parkiran kembali ada di sana dengan cara yang sama. Sakti sampai tidak mengerti apa yang mereka kerjakan di situ, padahal lebih mengerjakan hal lain daripada hanya membuang waktu sia-sia. “Permisi,” ucap Sakti menerobos gerembolan yang berdiri di depan sepeda yang ia parkir. “Eit, tidak semudah itu,” kata seseorang mencekal lengannya. “Maaf ada apa, ya? Kita tidak saling mengenal,” balas Sakti menatap enam orang remaja yang mulai mengepungnya tanpa gentar. “Buwwaah, dia minta maaf, Bos,” seru seorang yang mencekalnya. “Nanti kamu pasti kenal siapa kita,” lanjut seseorang di samping remaja tadi. “Dan pastikan kalau sudah kenal kita jangan kaget,” seru yang lain lagi sambil tertawa keras. “Tolong, lepaskan saya!” kata

